BeritaPariwisata

Tutup Kongres Halal, Waketum MUI: Mimpi Kita akan Membumi

Madinaworld.id – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Marsudi Syuhud menutup Kongres Halal Internasional (KHI) 2022, Rabu (15/6). Rangkaian kongres telah digelar selama dua hari berturut-turut di Provinsi Bangka Belitung. 

“Alhamdulillah telah dibacakan hasil konklusi International Halal Conference Halal World Resolution yang sudah dibacakan. Mudah-mudahan ini semua mimpi-mimpi kita yang insya Allah akan membumi dan berjalan,” ungkap Kiai Marsudi.

Marsudi mengungkapkan, produk-produk yang masuk ke MUI untuk melalui proses sertifikasi halal berjumlah ratusan setiap harinya. Menurutnya, jumlah ini terus mengalami perkembangan. 

“Halal adalah kebutuhan bersama, tidak hanya kebutuhan umat Islam,” ujar Kiai Marsudi

Sebagai perwakilan dari pengurus MUI Pusat, Marsudi menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyenggaraan kongres.

“Yakinlah bahwa yang telah kita bahas dan hasilkan ini akan menjadi legacy untuk anak cucu kita semua. Dan dengan ini kami nyatakan acara KHI 2022 di Bangka Belitung ini dinyatakan ditutup. Alhamdulillahirobbil alamin,” pungkas Kiai Marsudi.

Sementara itu Sekretaris Jenderal MUI Pusat H. Amirsyah Tambunan mengungkapkan, kita harus melakukan langkah nyata sebagai bentuk tindak lanjut atas digelarnya kongres ini.

“Tugas kita semua adalah menindaklanjuti hasil kongres ini, baik melalui perguruan tinggi yang ada di Indonesia sebagai agent of change, begitu juga melalui penyelenggara halal. Termasuk ekspor impor halal yang harus kita dukung bersama,” ungkap Amirsyah. 

Sekretaris Daerah Provinsi Bangka Belitung Naziarto menjabarkan, tren ekonomi syariah akan semakin berkembang ke depan. Menurutnya, hal tersebut akan menjadikan kehalalan sebagai suatu pedoman penting dalam setiap kegiatan ekonomi. 

Potensi ini akan menjadikan Indonesia memiliki peran yang sangat besar dalam pangsa pasar halal internasional,” ungkap Naziarto.  

Bangka Belitung sendiri sudah memproduksi sebanyak 2200 produk halal tersertifikasi. Naziarto mengungkapkan bahwa angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan sejak diselenggarakannya Kongres Umat Islam di Kepulauan Bangka Belitung pada 2020. 

“Dengan KHI yang dilaksanakan ini, memberikan kontribusi positif dalam peningkatan resolusi kehalalan sebagai peningkat dan pedoman bagi sektor industri halal dan pariwisata syariah, Bangka Belitung khususnnya, maupun di Indonesia, bahkan di dunia,” papar Naziarto.

Related Articles

Back to top button