BeritaPariwisata

Transformasi Ekosistem Pariwisata Ramah Muslim Menuju Ketahanan dan Daya Saing Industri

Sebagaimana kita ketahui, industri pariwisata menjadi industri yang mendapat pukulan terberat selama masa pandemi. Pasar pariwisata terasa sepi karena tidak adanya turis domestik maupun turis internasional yang melakukan perjalanan liburan.

Akan tetapi setelah adanya pandemi Covid-19 para wisatawan menjadi lebih sadar dengan kebersihan, sehingga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membuat aturan baru bagi tempat-tempat wisata, yaitu dengan sertifikasi CHSE atau sebuah jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan.

Untuk mendorong pertumbuhan, kesadaran, dan perkembangan umat Islam selanjutnya Industri Pariwisata Ramah pasca Covid-19 Pandemi, PPHI memiliki 3 Inisiatif Strategis yang untuk Mendukung Transformasi Menuju Ketahanan & Pasca Pandemi.

Riyanto Sofyan menuturkan untuk mendorong pertumbuhan, kesadaran, dan perkembangan umat Islam selanjutnya Industri Pariwisata Ramah Muslim pasca pandemi Covid-19, PPHI memiliki 3 Inisiatif Strategis untuk mendukung transformasi menuju ketahanan & pasca pandemi.

“Daya saing; Pengembangan Pemasaran dan Big Data/penetrasi pemasaran dan Pasar Digital; dan Meningkatkan Indonesia Ekosistem Pariwisata Ramah Muslim.” ujar Riyanto, dalam acara International Muslim Friendly Tourism Conference, Kamis (7/10/2022).

Sudah membaiknya keadaan pandemi ini tidak memberikan kebebasan begitu saja bagi para pelaku industri pariwisata. Para pelaku industri pariwisata masih memiliki 3 tantangan utama yang masih dihadapi mulai dari Arus Kas Manajemen , Megashift pada Konsumen Lanskap Perilaku & Pemasaran dan Risiko/Ketidakpastian Eksternal.

“Tantangan tersebut dapat diselesaikan dengan proses transformasi bisnis terdiri dari: perombakan model bisnis, digitalisasi, restrukturisasi keuangan dan asisten teknis yang dibutuhkan agar bisnis dapat bertahan hidup. Dan melalui bisnis ini proses transformasi semoga akan mengajak dan menginspirasi dan kolaborasi untuk memenuhi lanskap bisnis pasca pandemi,” tutup Riyanto.

Tentunya kita semua berharap agar pandemi segera berakhir dan semua kegiatan berjalan normal seperti sedia kala sehingga membangkitkan gairah industri pariwisata di Indonesia, khususnya Pariwisata Ramah Muslim.

Related Articles

Back to top button