BisnisEkonomi

Tantangan dan Peluang UMKM Kuliner dan Fesyen Halal di Tengah Pandemi

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) belakangan ini terus berkembang dengan pesat. Pandemi Covid-19 tak menyurutkan asa pelaku UMKM untuk terus mengembangkan usahanya.

Justru karena adanya pandemi ini, para pelaku UMKM bisa memanfaatkan usahanya melalui platform digital atau yang biasa disebut digitalisasi UMKM. Banyak UMKM yang telah memanfaatkan e-commerce untuk mengembangkan usahanya.

Kuliner dan fesyen menjadi sektor UMKM halal yang pertumbuhannya terus meningkat. Karena itu Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) mengadakan webinar dengan tema “Peran Ekosistem Keuangan Digital Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan UKM Kuliner dan Fesyen Halal”

Di tengah pandemi, industri halal terus berkembang dengan pesat. Akan tetapi, bagaimana industri halal ini terus berkembang di tengah pandemi?

Berikut ini penjelasan tentang pesatnya pertumbuhan industri halal dari Dr. Indra selaku Direktur Pusat Studi Halal Halal LPPM, Institut Tazkia :

1. Pertumbuhan populasi muslim yang pesat
2. Pertumbuhan PDB negara-negara muslim
3. Pasar Halal yang semakin berkembang
4. Meningkatnya gaya hidup muslim
5. Pertumbuhan ekosistem halal

Saat ini kesadaran masyarakat juga terus meningkat untuk mengonsumsi produk halal. Maka dari itu sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM sangat penting. Dengan sertifikat halal, UMKM dapat meningkatkan citra, daya saing, dan nilai jual produk UMKM, memperluas pasar, dan membuka pintu ekspor.

Secara umum sertifikasi halal akan mendorong perkembangan UMKM dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan perekonomian nasional.

UMKM sendiri juga memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut:

1. UMKM memegang peranan penting dan strategis dalam perekonomian nasional.
2. UMKM berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan pekerjaan, dan mendistribusikan hasil-hasil pembangunan.
3. UMKM merupakan sektor ekonomi yang melibatkan masyarakat luas, jaringan UMKM menyebar ke berbagai pelosok Tanah Air, menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat luas dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Akan tetapi, perjalanan UMKM untuk mendapat sertifikasi halal tak berjalan mulus begitu saja. Setiap perjalanan pun pasti ada hambatannya. Oleh karena itu berikut ini ada 4 tantangan UMKM halal di Indonesia:

1. Biaya sertifikasi halal yang dianggap tinggi oleh UMKM
2. Rendahnya kesadaran UMKM untuk mensertifikasi produknya
3. Proses sertifikasi yang masih dianggap rumit oleh UMKM
4. Kurangnya kompetisi sumber daya manusia di UMKM

Madinaworld.id

Related Articles

Back to top button