Gaya HidupParenting

Perbedaan Pola Asuh Zaman Dulu dan Sekarang

Perbedaan pola asuh zaman dulu dan sekarang memiliki beberapa perbedaan. Pola asuh masa kini sangat bersinggungan dengan digitalisasi. Sebagai contoh, orang tua masa kini dapat mencari referensi mengenai pola asuh orang tua dari internet.

Tak hanya orang tua yang terus bersinggungan dengan dunia digital, sang anak pun juga sudah akrab dengan smartphone dan internet.

Walaupun zaman telah berubah menjadi digital, tetapi kita perlu memberi perhatian terhadap longgarnya pengawasan penggunaan internet dan smartphone ke anak kita.

Sebagai orang tua, tentunya kita ingin memberikan perhatian, kasih sayang, dan juga waktu yang kita miliki untuk anak kita. Berikut ini beberapa perbedaan pola asuh zaman dulu dan sekarang dikutip dari Tempo.co.

Serba internet, smartphone, dan media sosial

Dulu:

Ilmu mendidik anak orang tua dulu lebih banyak didapatkan dari generasi sebelumnya.

Sekarang:

Ilmu pola asuh saat ini terus berkembang sehingga menciptakan banyak tren dan cenderung menerapkan pola asuh yang ada di internet dan pakar-pakar parenting ketimbang dari orang tua. Karena berkonsultasi dengan pakar saat ini lebih mudah.

Mitos turun-temurun

Dulu:

Apa yang dikatakan nenek atau kakek itu benar.

Sekarang:

Perkembangan ilmu pengetahuan menunjukkan ketidak sesuaian mitos turun-temurun yang diajarkan oleh nenek atau kakek kita. Karena para orang tua dan anaknya saat ini lebih percaya pada ilmu pengetahuan daripada mitos turun-temurun.

Fokus pengasuhan

Dulu:

Terpengaruh dari pola didik generasi sebelumnya.

Sekarang:

Mendapat pengaruh dari sosok di luar keluarga yang dianggap sebagai sosok inspiratif dan menerapkan pola asuh yang dipandang baik berdasarkan dari berbagai referensi.

Menegakkan disiplin

Dulu:

Pola asuh zaman dulu lebih sering bersifat otoriter. Karena orang tua zaman dulu berharap anak akan disiplin jika menerapkan hukuman fisik.

Sekarang:

Pola asuh zaman sekarang jauh berbeda dari zaman dulu. Orang tua masa kini menerapkan pola asuh demokratis, dimana anak-anak diberikan penjelasan yang rasional ketimbang menghukum dengan hukuman fisik.

Mengembangkan potensi anak

Dulu:

Orang tua zaman dulu berorientasi pada akademik dan sekolah tinggi, agar kelak anaknya bisa bekerja di perusahaan besar.

Sekarang:

Lain hal dengan orang tua sekarang yang memberikan keleluasaan pada anak untuk menggali potensi pada dirinya, namun tak melupakan akademiknya. Karenanya anak lebih mengetahui bakat apa yang ada pada dirinya.

Masa pandemi ini membuat semua orang melakukan pekerjaannya dari rumah. Ditambah, harus membimbing anak untuk belajar. Karenanya, tak jarang seorang ibu merasaka dampak yang sangat berat selama pandemi ini.

Nah, agar bisa menjadi ibu hebat di masa pandemi, Sobat Madina bisa mengikuti webinar dengan tema “Menjadi Ibu Hebat di Masa Pandemi” yang akan dilaksanakan oleh Madinaworld.id pada tanggal 22 Desember 2021.

Bertepatan dengan Hari Ibu, acara ini akan dilaksanakan melalui aplikasi zoom, dan webinar ini bisa kamu ikuti dengan gratis.

Jangan lupa untuk mengikuti webinar ini, Jadilah ibu hebat sebelum terlambat.

Madinaworld.id

Related Articles

Back to top button