ArtikelEkonomiPariwisata

Pariwisata Halal dalam Angka

Pariwisata halal menjadi salah satu pangsa pasar yang menjajikan. Bukan hanya di pasar domestik, bahkan dalam kancah pasar global.

Pernyataan di atas bukan hanya angin lalu. Dari data yang dihimpun oleh Mastercard Crescentrating dalam laporan Global Travel Market Index (GMTI) tahun 2019, diprediksi akan ada sebanyak 230 juta wisatawan Muslim secara global pada 2026 mendatang. Angka tersebut naik drastis jika dibandingkan dengan jumlah di tahun 2018, yang hanya mencapai angka 140 juta.

Sejalan dengan prediksi Crescent Rating tersebut, Global Islamic Economy Report juga menyebutkan bahwa perputaran uang dari pariwisata halal dunia diprediksi akan meningkat. Dari yang mulanya sebesar 177 milyar U$D pada 2017, hingga menjadi 274 U$D pada 2023 mendatang.

Pada 2019 saja, kedatangan wisatawan Muslim internasional tercatat mencapai angka 160 juta. Saat perjalanan internasional telah dibuka—karena terdampak covid-19—, diproyeksikan bahwa pada 2023 jumlah pelancong Muslim yang datang akan mencapai 140 juta, dan akan kembali ke angka 160 juta pada 2024 mendatang.

“Proses pemulihan ini terbilang rapuh dan dapat terganggu oleh perang yang terus berlanjut di Ukraina, kenaikan harga bahan bakar, dan ancaman kesehatan lainnya seperti varian monkeypox atau Covid-19 yang muncul,” tulis Crescent Rating dalam laporan GMTI 2022.

Proyeksi pra-pandemi dari angka 230 juta kedatangan pada tahun 2026, diprediksi baru akan bisa tercapai pada 2028 mendatang. Sementara perkiraan pengeluaran (expenditure) pada 2028 dapat mencapai kisaran angka 225 Miliar USD.

Prediksi angka pertumbuhan tersebut membuat banyak negara di dunia mulai serius menggarap wisata halal di negaranya masing-masing. Bahkan negara-negara yang bukan merupakan anggota Organisasi Kerja Islam (OKI) juga turut mengembangkan wisata halal. Sebut saja negara seperti Korea Selatan, Jepang, serta Taiwan.

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia telah berhasil melakukan kapitalisasi terhadap pasar wisata ramah muslim dunia. Hal ini  didukung dengan sejumlah prestasi yang berhasil ditorehkan Indonesia, dalam ranah destinasi wisata halal dunia.

Pada 2019 lalu, Indonesia berhasil mengalahkan 130 negara peserta lainnya dengan menduduki peringkat pertama sebagai Wisata Halal Terbaik Dunia versi Global Travel Market Index (GMTI).

Mundur tiga tahun ke belakang, Indonesia nyaris menyapu bersih penghargaan dalam World Halal Tourism Award 2016 yang digelar di Abu Dhabi. Dari 16 penghargaan yang diberikan, Indonesia berhasil membawa pulang 12 trophy ke Tanah Air.

Prestasi-prestasi tersebut menunjukkan besarnya potensi dan daya saing wisata halal Indonesia di kancah global.

madinaworld.id

Related Articles

Back to top button