BeritaKesehatan

MUI Keluarkan Fatwa Baru, 2 Vaksin Covid-19 Dinyatakan Haram

Madinaworld.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan empat fatwa baru terkait penggunaan produk vaksin covid-19. Dari empat fatwa yang dikeluarkan MUI, dua di antaranya dinyatakan haram.

Empat fatwa tersebut disusun berdasarkan laporan hasil audit yang dilakukan Komisi Fatwa MUI bersama dengan LPPOM MUI.

Produk vaksin pertama yang dinyatakan haram ialah Covovaxmirnaty yang diproduksi oleh PT. Serum Insitute of India PVT. MUI menyatakan masih adanya kelemahan pada kriteria bahan pada produk vaksin ini.

“Vaksin Covid-19 produk Serum Institute of India PVT. hukumnya haram karena dalam tahapan proses produksinya ada pemanfaatan enzim dari pankreas babi,” seperti tertulis dalam Fatwa MUI Nomor 10 Tahun 2022.

Produk vaksin lainnya yang juga dinyatakan haram ialah Convidecia yang diproduksi oleh Cansino Biological INC. China. Dalam Sidang Pleno Komisi Fatwa pada 7 Februari lalu, dinyatakan bahwa produk ini tidak memanfaatkan babi atau bahan yang tercemar babi dan turunannya.

“Vaksin Covid-19 produk Cansino Biological INC. hukumnya haram karena dalam tahapan proses produksinya memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia, yaitu sel yang berasal dari ginjal embrio bayi manusia,” tulis MUI dalam Fatwa Nomor 11 Tahun 2022.

Sementara berdasarkan Fatwa Nomor 8 Tahun 2022, produk Vaksin Merah Putih-UA SARS-CoV-2 (Vero Cell) Inactivated yang diproduksi oleh PT. Biotis Pharmaceuticals Indonesia dinyatakan suci dan halal.

Satu produk lainnya yakni GEN2-Recombinant Covid-19 Vaccine (CHO cells) atau Recombinant SARS-CoV-2 Vaccine (CHO cells, NVSI-06-08) yang diproduksi oleh Beijing Institute of Biological Products CO., LTD., juga dinyatakan suci dan halal. Hal ini berdasarkan Fatwa Nomor 9 Tahun 2022.

Vaksin Merah Putih dan GEN2-Recombinant Covid-19 Vaccine dapat digunakan dengan syarat terjamin keamanannya menurut ahli/Lembaga yang kredibel dan kompeten.

Related Articles

Back to top button