Seputar Islam

Mengetahui Makna dan Ketentuan Ibadah Kurban

Kurban sudah ada sejak zaman manusia pertama diciptakan, Nabi Adam. Kala itu, konflik yang terjadi antara anak Nabi Adam, Habil dan Qabil, diselesaikan dengan kurban. Belum ada syariat bentuk kurban saat itu. Kemudian perintah kurban disempurnakan di zaman Nabi Ibrahim.

Dai Nasional yang juga Dewan Syariah ACT Ustaz Amir Faishol Fath mengatakan, kurban mengandung makna sebagai ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah. Sebagaimana Nabi Ibrahim mengorbankan anaknya untuk patuh pada perintah Allah.

Kurban, disebut Ustaz Amir, juga berarti menghilangkan sikap egoisme, nafsu serakah, dan sifat individual dalam diri seorang muslim. Dengan berkurban, diharapkan seseorang akan memaknai hidupnya untuk mencapai rida Allah.

"Pada hakikatnya, yang diterima Allah dari ibadah kurban itu bukanlah daging atau darah hewan yang dikurbakan, melainkan ketakwaan dan ketulusan dari orang yang berkurban, itulah yang sampai kepada Allah SWT," ujar Ustaz Amir ketika berbicara dalam peluncuran 'Kudu Kurban' dari Global Qurban-ACT pada Jumat (27/5/2022).

Nabi Muhammad pun tak pernah meninggalkan ibadah kurban. Bahkan dalam Haji Wadak, Nabi Muhammad berkurban sampai 100 ekor unta. Dari jumlah tersebut, dalam sebuah hadis dikatakan, Nabi Muhammad menyembelih 63 ekor unta, dan mewakilkan ke Ali untuk menyembelih sisanya.

Berkurban pun tidak bisa sembarangan. Terdapat ketentuan yang telah ditetapkan agar kurban dikatakan sah. ACTNews telah merangkum beberapa ketentuan tersebut:

Jenis hewan dan syaratnya

Hewan yang dapat dikurbankan adalah kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta. Kondisinya pun harus baik, seperti sehat, tidak cacat, dan tidak kurus. Untuk umur hewan kurban pun perlu diperhatikan, minimal usia unta berumur lima tahun, sapi dan kerbai usia dua tahun, sedangkan kambing dan domba juga minimal dua tahun.

Dalam sebuah hadis, disampaikan dari Al Bara’ bin ‘Azib, Rasulullah pernah menyebutkan empat cacat yang tidak boleh pada hewan kurban. Pertama ialah buta, sakit dan tampak jelas sakitnya, pincang, sangat kurus sampai-sampai tidak punya sumsum tulang.

Jumlah hewan kurban

Seekor kambing atau domba hanya untuk kurban satu orang. Sedangkan seekor sapi, atau kerbau, atau unta, bisa untuk kurban tujuh orang.

Waktu penyembelihan

Penyembelihan kurban dilaksanakan di hari H Iduladha, yaitu pada 10 Zulhijah serta tiga hari tasyrik yaitu 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Penyembelih kurban

Pekurban bisa menyembelih hewan kurbannya sendiri. Akan tetapi, jika pekurban tidak bisa, maka boleh diserahkan kepada orang lain yang mampu menyembelihnya.

Pembagian daging kurban

Dalam beberapa dalil, disebutkan bahwa pekurban boleh makan sebagian daging hewan kurbannya. Pembagiannya adalah sepertiga untuk dimakan pemberi kurban dan keluarganya, sepertiga untuk tetangga dan teman, sepertiga yang lainnya untuk fakir miskin dan orang yang membutuhkan.

Namun, Syekh Abu Malik dalam buku Shahih Fiqh Sunnah memberikan keterangan, lebih tepat pembagian daging dikembalikan pada keputusan shohibul qurban. Seandainya ia ingin sedekahkan seluruh hasil kurbannya, hal itu diperbolehkan. Hal ini dilandaskan dari dalil Ali bin Abi Thalib yang mengatakan bahwa Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam memerintahkan untuk membagikan semua daging kurbannya, kulit dan jilalnya (kulit yang ditaruh pada punggung unta untuk melindungi dari dingin) untuk orang-orang miskin.

Dalam hadis tersebut, diketahui bahwa Nabi Muhammad sampai menyedekahkan seluruh hasil sembelihan kurbannya kepada masyarakat miskin

Related Articles

Back to top button