BeritaEkonomiPariwisata

KNEKS Terbitkan Buku Panduan Pariwisata Ramah Muslim

Madinaworld.id – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan buku Panduan Pariwisata Ramah Muslim di 5 Destinasi Favorit. Peluncuran buku dilakukan dalam rangakaian kegiatan Islamic Digital Day 2022 di Jakarta, Rabu (21/9).

Direktur Industri Produk Halal KNEKS Afdhal Aliasar menjelaskan, buku ini diterbitkan dengan tujuan untuk memberikan panduan kepada para wisatawan muslim, termasuk di dalamnya informasi terkait restoran yang menyajikan makanan halal, fasilitas ibadah di destinasi wisata, juga fasilitas penginapan yang tersedia.

“Kami ingin mendorong destinasi-destinasi yang ada di Indonesia untuk mampu meningkatkan extended services-nya dalam menyambut wisatawan, baik lokal maupun internasional,” jelas Afdhal.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Baparekraf Rizki Handayani Mustafa mengungkapkan, selain untuk wisatawan, buku ini juga dapat menjadi panduan bagi Pemerintah Daerah (Pemda).

“Kami berharap Pemda melihat ini, dan kemudian terdorong untuk melakukan peningkatan kualitas pelayanannya,” ungkap Rizki.

Panduan bagi Wisatawan Muslim

Dalam pemaparan yang diberikan, Senior Consultant Amicale Lifestyle Internasional Hafizuddin Ahmad menjelaskan bahwa buku ini merupakan penggugah, sebagai pembuka jalan untuk adanya panduan pariwisata ramah muslim.

Lebih jauh, Hafiz menjelaskan bahwa buku panduan ini sedikit memberikan informasi dengan harapan adanya tindak lanjut dari stakeholder pariwisata. Baik itu dalam penyempurnaan buku panduan ataupun dari tergeraknya para pelaku usaha dan pengelola daya tarik, untuk menyediakan dan memfasilitasi kebutuhan wisatawan muslim.

“Dan akhirnya membuat wisatawan muslim semakin tertarik untuk berwisata ke destinasi tersebut. Disamping itu juga sebagai pendorong untuk meraih peringkat satu GMTI,” papar Hafiz.

Hafiz yang merupakan salah satu tim penyusun buku panduan juga menyebutkan bahwa selama ini belum ada satupun buku panduan yang dibuat untuk menjadi guide bagi wisatawan muslim, baik wisatawan muslim domestik maupun mancanegara.

“Harapannya ada format digital bahkan sampai aplikasi digitalnya, yang semua wisatawan bisa akses. Dimana di dalamnya memuat informasi secara detail tentang pariwisata ramah muslim, baik itu destinasi, amenitas, daya tarik, dan sebagainya,” ujar Hafiz.

Adapun dari sudut pandang pelaku industri pariwisata, Ketua Umum Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Riyanto Sofyan menyambut baik penerbitan buku panduan tersebut. Menurut Riyanto, buku panduan ini lah yang dibutuhkan oleh wisatawan, baik itu wisatawan Nusantara maupun wisatawan mancanegara.

“Dan timing-nya sangat tepat, karena kondisi kegiatan pariwisata sudah mulai bergerak dan Digitalization Digital Marketing merupakan suatu keniscayaan dalam mengembangkan usahanya,” ungkap Riyanto.

Relaunching GMTI 2022

Salah satu agenda yang juga digelar pada IDD 2022 oleh KNEKS adalah peluncuran kembali Global Moslem Travel Index (GMTI), dimana Indonesia berada di posisi kedua.

Dalam kesempatan tersebut Afdhal menyampaikan bahwa Pemerintah memiliki cita-cita untuk membuat Indonesia menempati peringkat pertama GMTI di 2025 mendatang.

“Oleh karena itu launching buku merupakan salah satu inisiatif awal. Supaya kedepannya kita bisa lebih kuat lagi mendorong bagaimana destinasi di Indonesia mampu menyambut wisatawan, dengan memberikan pelayanan yang lebih baik,” terang Afdhal.

Terkait kemungkinan Indonesia menempati peringkat pertama dalam GMTI, CEO CrescentRating dan HalalTrip Fazar Bahardeen mengungkapkan bahwa Indonesia telah memiliki semua kelengkapannya.

“Indonesia punya semua bahan-bahan untuk menjadi nomor satu. Ini tentang konsistensi, dan yang paling penting terkait komunikasi kepada warga lokal, stakeholders, dan pemerintah,” ujar Fazal.

Related Articles

Back to top button