BisnisKeuangan

Fintech Syariah Tingkatkan Kesejahteraan Pelaku UMKM

ilustrasi fintech

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor paling penting dalam perekonomian. Berdasarkan materi webinar Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Indonesia (FEB UI) Rahmatina A. Kasri, UMKM menyumbang potensi dan kontribusi yang signifikan. 99% dari jumlah pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM.

Permasalahan terkait UMKM yang ada di Indonesia di antaranya :

  • kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas,
  • strategi bisnis belum terarah,
  • minimnya penguasaan teknologi digital,
  • pandemi Covid-19,
  • akses permodalan yang sulit.

Potensi kontribusi teknologi finansial (fintech) terhadap perdagangan digital diperkirakan akan tumbuh 33% dari tahun 2020 menjadi 331 Triliun di 2021. Selain itu UMKM dapat turut mendukung pengembangan industri produk halal tanah air.

Dari hasil penelitian yang dilakukan Rahmatina, P2P Lending Syariah berkontribusi positif dalam meningkatkan keuntungan usaha UMKM di Indonesia. Selain itu peran dan dorongan keluarga juga turut berpengaruh positif terhadap usaha UMKM.

Lending syariah berkontribusi positif dalam meningkatkan keuntungan usaha dan kesejahteraan pelaku UMKM,“ ujar Rahmatina dalam sesi penyampaian materi di webinar Fintech Syariah sebagai alternatif pembiayaan UMKM’ yang digelar dalam rangka memeriahkan Bulan Fintech Nasional 2021.

Rahmatina juga memberikan tanggapan atas pertanyaan peserta webinar terkait rendahnya literasi terkait ekonomi syariah, khususnya fintech syariah.

“Literasi rendah memang sebuah problem. Baru seperlima masyarakat Indonesia yang tau ekonomi syariah,” ungkap Rahmatina. Untuk menanggulangi rendah literasi tersebut dapat dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan literasi, baik secara formal maupun informal. Formal misalnya melalui perkuliahan, training, dan lain sebagainya. Informal bisa melalui youtube, forum, webinar, expo, dsb.

Related Articles

Back to top button