ArtikelPariwisataTravelTravelling

Empat Tips Wisata Muslim di Jepang agar Liburan Lebih Nyaman

Hai, Sobat Madina. Siapa nih yang lagi mau liburan ke Jepang? MiDin punya empat tips wisata muslim di Jepang, supaya saat di Jepang nanti kamu gak perlu cemas dan bisa liburan dengan lebih nyaman.

Apa aja sih tips nya? Melansir dari ESQ Tours, yuk simak info selengkapnya di bawah ini.

1. Unduh dan Pasang Aplikasi Pengingat Ibadah

Hal pertama yang Sobat Madina mesti lakukan adalah download aplikasi pengingat ibadah semacam Halal Navi dan Muslim Pro. Mengingat waktu salat di Jepang sangat jauh berbeda dengan Indonesia, jadi kamu tidak akan kelewatan waktu sholatnya. Bahkan suara azan pun tidak dapat dengan mudah Sobat Madina dengar, karena terbatasnya masjid yang ada. 

Selain itu, dua aplikasi ini juga membantu sebagai penunjuk arah kiblat dan masjid terdekat. Walaupun tidak bisa ke masjid, Sobat Madina bisa mengandalkan kompas pada aplikasi ini untuk menunjukkan arah kiblat.

Jadi, di mana pun sobat Madina berada, baik di hotel, tempat wisata, atau tempat lainnya, ibadah salat tetap bisa dijalankan dengan bantuan aplikasi ini. 

2. Memilih Restoran Halal

Selain menjalankan ibadah salat lima waktu, memilih makanan halal juga merupakan hal penting yang harus Sobat Madina perhatikan, ya. Mengingat kebanyakan makanan Jepang berbahan dasar daging babi, minyak/kaldu babi, ataupun bahan tak halal lainnya. 

Kalaupun ada makanan yang berbahan dasar daging lain, seperti sapi, ayam, atau kambing, Sobat Madina harus memastikan bahwa hidangan tersebut disembelih dengan cara yang Islami. Belum lagi, banyaknya makanan yang menggunakan arak (sake) dan mirin sebagai bumbu masak. Misal, pada teriyaki ataupun saus sushi, sashimi, soba, yakisakana, dan lainnya.

Alternatif yang lebih aman, Sobat Madina bisa memilih restoran yang menyajikan makanan khas negara-negara Islam, seperti Arab, Malaysia, Turki, dan Pakistan. Atau jika ingin mencicipi makanan khas negara Jepang, sebisa mungkin pilihlah restoran yang telah memiliki sertifikat halal. Jadi, usahakan jangan malas untuk mencari informasi, ya. 

3. Membeli Makanan Kemasan di Halal Corner

Selain hidangan kuliner, makanan dan minuman kemasan juga harus dipastikan kehalalannya, lho. Tak lain karena kemungkinan besar komposisi yang digunakan juga berasal dari bahan tak halal, seperti babi, porksake (arak), mirin, gelatin, atau yang lainnya. 

Saat Sobat Madina mau berbelanja di minimarket atau supermarket, jangan lupa untuk terlebih dulu melihat susunan komposisi bahan. Jika Anda tidak paham bahasa Jepang atau Kanji, gak usah cemas. Karena pelayan toko Jepang pada umum nya sangat ramah, sobat Madina bisa menanyakan hal tersebut pada mereka.

Alternatif lain agar Sobat Madina tidak ragu adalah dengan mengunjungi halal corner. Di toko ini, kamu bisa memperoleh beragam jenis makanan dan minuman kemasan, yang kehalalannya tak perlu diragukan lagi. Toko ini sendiri berlokasi di area Lawson Ginza Six, Tokyo. 

4. Memilih Hotel Syariah

Meski bukan negara dengan mayoritas penduduk muslim, toleransi Jepang terhadap wisatawan beragama Islam patut diacungi jempol. Hal ini yang membuat wisata muslim di Jepang cukup dilirik wisatawan.

Berawal dari menjadikan wisata halal sebagai salah satu prioritas, kini Sobat Madina bisa dengan mudah menemukan fasilitas yang muslim friendly. Termasuk untuk penginapan atau hotel syariah yang kini telah hadir di beberapa titik kota. 

Tentu, fasilitas dan layanan yang ditawarkan hotel ini sangat jauh berbeda dengan penginapan konvensional Jepang pada umumnya. Baik dalam hal fasilitas kamar, seperti ada tidaknya tempat dan perlengkapan beribadah, atau dalam hal layanan makanan yang disajikan. 

Beberapa hotel syariah yang bisa dipilih, di antaranya; Sheraton Miyako Hotel Osaka, Hotel Granvia Kyoto, Syariah Hotel Fujisan, Agora Place Asakusa Hotel, dan Hotel Gracery Shinjuku. 

Penulis : Aziz Irsan

Editor : Ami

Madinaworld.id

Related Articles

Back to top button