BeritaKesehatan

Darurat Kesehatan Global, Menkes: Monkeypox Belum Terdeteksi di Indonesia

Madinaworld.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyatakan monkeypox telah masuk dalam kategori Darurat Kesehatan Global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Sabtu (23/7) di Jenewa.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa sebelumnya telah ditemukan suspek monkeypox atau cacar monyet, namun hasil pemeriksaan laboratorium pada 9 orang tersebut dinyatakan negatif.

“Jadi sampai sekarang Indonesia belum ada kasus monkeypox,” ujar Budi seperti dikutip dari rilis resmi Kementerian Kesehatan.

Untuk mengantisipasi masuk dan menyebarnya virus cacar monyet, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah melakukan upaya mitigasi. Di antaranya dengan menyiapkan laboratorium serta memperkuat pemeriksaan dan pengawasan di pintu masuk ke Indonesia.

“Sudah ada 1.100 Lab di Indonesia yang bisa digunakan untuk pemeriksaa monkeypox. Kita sudah datang kan 500 reagen dan kita tambah lagi dan sudah ada 1000,” kata Budi.

Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan Moh. Syahril memberikan himbauan agar masyarakat tetap waspada dan selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Prokes adalah kebutuhan wajib kita untuk menghindari penularan baik dari Covid-19 maupun penyakit infeksi emerging lainnya termasuk Monkeypox dan Hepatitis Akut,” ungkap Syahril.

Gejala

Cacar monyet ditemukan pertama kali di Inggris pada 6 Mei 2022. Hingga 27 Juli tercatat 17.156 orang di 75 negara dikonfirmasi terinfeksi Monkeypox. Spanyol menjadi negara dengan jumlah penderita monkeypox terbanyak, diikuti Amerika Serikat dan Prancis.

Peta penyebaran monkeypox di dunia (Foto: Kementerian Kesehatan)

Monkeypox dapat ditularkan melalui sentuhan fisik dengan penderita. Virus menular melalui cairan yang melepuh dari ruam atau bercak merah dari penderita.

Berdasarkan keterangan dari Kemkes, gejala awal cacar monyet dimulai dari demam dan merasa kurang sehat. Tapi baru diduga kuat sebagai penyakit monkeypox setelah muncul bercak merah pada kulit.

Bercak tersebut harus cepat diambil cairannya untuk dilakukan pemeriksaan lab dan diagnosa lebih lanjut. Biasanya penyakit ini dapat sembuh dalam kurun waktu dua hingga empat minggu.

Syahril menghimbau masyarakat untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan bila muncul gejala seperti demam yang disertai dengan munculnya bercak merah pada kulit.

“Apabila mengalami gejala demam dan ruam, harap memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat jika mengalami gejala serupa,” pungkas Syahril.

Related Articles

Back to top button