Tanya Jawab

Apakah semua harta yang ditinggalkan menjadi harta warisan dan bagaimana cara menghitungnya?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin bertanya, Apakah semua harta yang ditinggalkan menjadi harta warisan dan bagaimana cara menghitungnya?

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Akhi fillah, pertanyaan yang sering kali orang mengedepankan hawa nafsu dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Dalam hal pembagian harta warisan tidak sedikit yang menimbulkan konflik di keluarga, baik disaat pembagiannya maupun masalah dikemudian hari. Karena itu seharusnya kita sebagai umat islam yang baik harus mengedepankan ilmu faraidh bagaimana cara pembagian warisan dalam islam.

Untuk menentukan harta warisan itu perlu kita identifikasi terlebih dahulu, memurnikan segala unsur yang lain dalam harta tersebut seperti hutang, wasiat, maupun bagian yang lainnya. Setelah semua kewajiban tersebut terpenuhi dan tidak ada unsur apapun terharta tersebut barulah disebut dengan harta warisan.

Berkaitan dengan pertanyaan berikutnya tentang cara pembagian warisan, telah dijelaskan dalam Al-Qur’an  tentang cara menghitung warisan menurut syariat Islam adalah mengikuti pembagian yang Allah tetapkan dalam Al Qur’an. Berikut ini ayat-ayat Al Qur’an yang menjadi dasar perhitungan waris sesuai sunnah dan merupakan syariat dari Allah.

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ فَإِنْ كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ وَإِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ فَإِنْ كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ السُّدُسُ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ آَبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Allah mensyari’atkan bagimu tentang warisan untuk anak-anakmu. Yaitu:

  • bagian 1 orang anak lelaki sama dengan bagian 2 orang anak perempuan;
  • dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari 2, maka bagi mereka 2/3 dari harta yang ditinggalkan;
  • jika anak perempuan itu 1 orang saja, maka ia memperoleh 1/2 harta.
  • Dan untuk 2 orang ibu bapak, bagi masing-masingnya 1/6 dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak;
  • jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu bapaknya (saja), maka ibunya mendapat 1/3;
  • jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat 1/6.
(Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. ” (QS. An-Nisa 4 : 11)

وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَاجُكُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُنَّ وَلَدٌ فَإِنْ كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِينَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَكُمْ وَلَدٌ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُمْ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوصُونَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ وَإِنْ كَانَ رَجُلٌ يُورَثُ كَلَالَةً أَوِ امْرَأَةٌ وَلَهُ أَخٌ أَوْ أُخْتٌ فَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ فَإِنْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ فَهُمْ شُرَكَاءُ فِي الثُّلُثِ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَى بِهَا أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَارٍّ وَصِيَّةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ

  • Dan bagimu (suami-suami) 1/2 dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak.
  • Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat 1/4 dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya.
  • Para isteri memperoleh 1/4 harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak.
  • Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh 1/8 dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu.
  • Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai 1 orang saudara laki-laki (seibu saja) atau 1 orang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu 1/6 harta.
  • Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari 1 orang, maka mereka bersekutu dalam yang 1/3 itu,
Sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari’at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.” (QS. An-Nisa 4 : 12)

Wallahu a’lam

Demikian cara menghitung warisan yang tertulis dalam Al-Qur’an, namun berkaitan dengan keadaan warisan masing-masing kelauarga pasti berbeda. Jika ingin konsultasi masalah pembagian warisan silahkan kirimkan pertanyaannya melalui email kami : madinaworld@sofyancorp.com

Back to top button