BeritaEkonomi

Ancaman Stagflasi, DPR: Indonesia Tidak akan Mengalami Krisis

Madinaworld.id – Kondisi pandemi covid-19 yang masih belum juga berakhir, ditambah dengan perang antara Rusia dan Ukraina yang turut memengaruhi disrupsi rantai pasok pangan, dapat memicu kemungkinan terjadinya stagflasi.

Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno mengungkapkan, Indonesia tidak akan mengalami krisis dalam kategori stagflasi. Hal tersebut disampaikan Hendrawan pada Kamis, (14/7).

“Jadi, stagflasi artinya kondisi ekonomi yang diwarnai oleh dua penyakit terbesar ekonomi yaitu pengangguran sekaligus inflasi,” ujar Hendrawan seperti dikutip dari laman resmi DPR RI.

Menurutnya, jumlah penduduk yang besar dapat menjadi salah satu pencegah masuknya Indonesia dalam situasi stagflasi. Banyaknya penduduk tersebut akan berdampak besar, sebab variasi pangan akan menjadi lebih beragam.

“Karena ada porang, ubi, sagu, jagung dan seterusnya. Untuk food estate, sentra industri pangan yang digenjot oleh pemerintah, paling tidak bisa mitigasi kerawanan impor bahan pangan,” ungkap Hendrawan.

Hendrawan juga menjelaskan, besarnya demografi dan luas wilayah Indonesia dapat mengurangi kemungkinan terjadinya krisis pangan. Jika luas wilayah tersebut bertemu dengan tingginya produktivitas masyarakat dengan ekosistem yang baik, maka akan sangat bermanfaat untuk masyarakat.

“Jadi, (peningkatan produktivitas) ini proses panjang, tetapi kita bicara jangka pendek karena pandemi dan juga akibat perang Ukraina dan Rusia. Soal jangka panjang, tantangan kita masih besar. Tapi sekarang kita bicara jangka pendek dan menengah untuk mengatasi stagflasi ini,” papar Hendrawan.

Related Articles

Back to top button