PendidikanSeputar Islam

Al-Quran sebagai Booster Kehidupan

Dalam Webinar Madina Series Batch 1: Qur’anic Booster yang digelah oleh Madina Islamic School, Dr. Muhannad Mustafa yang merupakan pengajar Bahasa Arab di Madina Islamic School menyampaikan materi terkait Al-Quran, yang dapat Sobat Madina manfaatkan sebagai ‘booster’ kehidupan.

  1. Al Qur’an sebagai pedoman hidup dan sistem kehidupan

Para ulama mengelompokkan manusia menjadi 3 golongan, yakni individu, keluarga, dan negara. Sebagai pedoman hidup, Al-Qur’an hadir untuk mencakup ketiga golongan manusia tersebut.

Sebagai pedoman hidup umat manusia, Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga untuk dipahami. Sebagai pengatur sistem kehidupan, sistem yang terkandung dalam Al-Qur’an  mencakup seluruh aspek kehidupan. Mulai dari saat Sobat Madina bangun tidur, hingga akan tidur lagi.

Al-Qur’an mencakup hak-hak dan kewajiban bagi setiap individu yang hidup di muka bumi. Misalnya terkait warisan. Hukum Islam mengatur agar hak antara yang satu dan yang lainnya sama-sama terpenuhi, dan tidak ada yang terzolimi.

Al-Qur’an juga mencakup hak dan kewajiban dalam keluarga. Misalnya bagaimana hak seorang ayah, ibu, anak, hak sebagai orang tua, dan bagaimana hubungan di antaranya.

Kehidupan itu pasti berjalan dengan fitrah di atas Al-Qur’an

  1. Al-Qur’an menyelesaikan persoalan dari berbagai aspek kehidupan

Al-Qur’an hadir sebagai solusi dari segala macam permasalahan yang ada.

Ketika Sobat Madina menderita penyakit kejiwaan maupun penyakit badaniah, salah satu upaya penyembuhannya adalah, dengan yakin bahwa semua ini berasal dari Allah. Dari hal itu pula lah, Sobat Madina harus yakin bahwa Allah lah yang kelak akan mencabut segala penyakit tersebut.

Contoh persoalan lain, misalnya ketika Sobat Madina mengalami perseteruan di dalam rumah tangga dengan pasangan. Karena tidak memahami Al-Qur’an akhirnya memutuskan untuk bercerai. Padahal, ada upaya-upaya yang bisa dilakukan terlebih dahulu sebagai bentuk komunikasi untuk memperbaiki hubungan.

Al-Qur’an harus dipahami. Bukan hanya hafalan dan tajwid-nya saja, tapi juga maknanya

 

  1. Dampak bagi seseorang yang meninggalkan Al-Qur’an dalam hidupnya

Ada beberapa dampak atau efek pada orang-orang yang meninggalkan Al-Qur’an dalam hidupnya. Di antaranya :

a) Akan seperti orang gila. Hal ini terjadi karena pada hakekatnya, manusia harus diikat sesuai dengan fitrahnya, yaitu dengan Al-Qur’an.

b) akan ada kekosongan di hatinya. Hal ini terjadi karena jiwanya tidak diberi makan melalui ibadah-ibadah, yang salah satunya adalah melalui bacaan Al-Qur’an.

 

Related Articles

Back to top button